Selasa, 06 Maret 2012

AVB Dipecat, Ini Kata Fans Chelsea Indonesia

VIVAbola – Andre Villas-Boas resmi dipecat. Tepatnya pada Minggu, 4 Maret 2012. Situs resmi Chelsea, www.chelseafc.com mengumumkan pemecatan AVB kepada para supporter The Blues. Tanggapan dari mereka pun beragam.

Ada yang senang karena ia dianggap tidak bisa memberikan perubahan untuk Chelsea. Ada pula yang menyayangkan kenapa pemilik klub, Roman Abramovich terlalu mudah memecat seorang pelatih.

Sejak Abramovich resmi menjadi pemilik klub, ia sudah memecat setidaknya 7 manajer dalam 9 tahun terakhir. Masalahnya hanya satu, Abramovich selalu ingin menghasilkan prestasi dengan instan. Padahal, tidak mudah untuk membangun sebuah tim dalam waktu yang singkat.

Hal ini juga diutarakan oleh pelatih kepala tim futsal Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC), Doni Zola. Ia tidak mengira jika Abramovich akan berani memecat AVB mengingat tidak ada calon yang mumpuni. Guus Hiddink yang difavoritkan sudah resmi melatih klub Rusia Anzhi Makhachkala sejak 17 Februari 2012.

“Tidak ada yang pantas menjadi manajer Chelsea (saat ini) kecuali Guus Hiddink. Dia mempunyai karisma yang membuat semua pemain mengikuti semua perintahnya,” kata Doni kepada VIVAbola, 4 Maret 2012.

Doni tidak menyalahkan AVB atas hasil buruk yang dihasilkan Chelsea musim ini. “AVB adalah pelatih hebat tapi dia masih minim pengalaman. Dan yang disayangkan, karakternya tidak sekuat Jose Mourinho. Cara pendekatan Villas-Boas tidak seperti Mourinho.”

Memang, semasa kepelatihan Mourinho. Pemain-pemain senior yang sekarang dianggap sebagai biang pemecatan AVB justru sangat mendukung Mourinho.

Menurut Doni, salah satu penyebab utama AVB adalah usia. Usianya baru 34 tahun. Hanya lebih tua setahun dari Didier Drogba dan Frank Lampard. Bahkan, kiper ketiga Chelsea, Hilario usianya lebih tua dari AVB. Ia juga menyatakan jika Villas-Boas tidak bisa mengatur pemain senior layaknya Mourinho.

Meski begitu, Doni tidak menyalahkan pemain senior. Berkat mereka Chelsea bisa meraih double winners di 2010. Hanya saja kali ini permainan pemain senior tidak sebagus dulu. Masa mereka tampaknya sudah mau habis.

Sama seperti Doni, Sekjen CISC, Malvino Mambu juga kaget dengan pemecatan AVB yang dinilainya sudah ‘terlambat’. “Kalau Abramovich memang mau pecat AVB, seharusnya dari awal, karena sekarang musim 2011-2012 sudah mau berakhir.” ujar pria yang akrab dipanggil Vino ini kepada VIVAbola.

“Jadi manajer di Chelsea itu susah. Setidaknya mereka harus mendapatkan satu piala di setiap musim. Target Roman terlalu tinggi untuk standar Premier League saat ini. Lihat saja Carlo Ancelotti, ia membantu mendapatkan Double Winners di musim pertamanya. Kemudian, musim berikutnya ia tidak mendapatkan apa-apa. Dan hasilnya, ia juga dipecat oleh Abramovich.”

Meski begitu mereka memaklumi ‘kebiasaan’ Abramovich. “Bagaimanapun juga, ia adalah pemilik Chelsea. Pemilik klub yang kami cintai. Kami tidak bisa membencinya. Ia sudah memberikan segalanya untuk Chelsea sejak 2003,” tambah Vino.

Terakhir, mereka berharap siapapun manajer Chelsea. Ia bisa memberikan perubahan untuk klub yang berbasis di London Barat tersebut. “Siapapun manajernya, mudah-mudahan ia bisa memberikan hasil yang baik untuk klub. Kami sudah belajar untuk mencintai klub dan bukan individu.”


Artikel di atas adalah wawancara saya dan Doni Zola sebagai perwakilan Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) tentang pemecatan Andre Villas-Boas dari Chelsea, yang ditulis oleh Nadia Hutami untuk VivaBola di VivaNews.com

Selasa, 14 Februari 2012

Valentine's Day, Celebrate It Or Not?

Hari ini, 14 Februari 2012, hari dimana gue nulis artikel ini (bukan karena gue gak punya pacar buat diajak candle light dinner), tapi karena mood-nya emang lagi bagus. Karena menurut gue, nulis blog itu dibutuhkan mood yang bagus. Tapi nulis di blog itu gak cuma butuh mood doang, tapi butuh laptop dan internet. Tanpa laptop dan internet, mungkin sekarang ini gue lagi nulis di buku diary kali ya?. Pffttt. *nahan ketawa*

Daripada berbasa-basi terlalu lama, mari kita masuk ke dalam inti permasalahan artikel ini. Sebenarnya gak ada masalah juga sih, kenapa juga tadi gue bilang inti permasalahan ya? Zzzz.

Berdasarkan dari Wikipedia: Hari Valentine (Valentine's Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di dunia barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.


Beberapa orang ada yang berpikiran bahwa jika merayakan Valentine, berarti menganut pada ajaran agama atau kepercayaan tertentu. Sebenarnya tidak. Karena Valentine's Day di jaman sekarang itu cuma simbol perayaan doang, dan itu udah jadi tradisi sejak lama. Merayakan Valentine tidak akan membuat seseorang otomatis pindah kepercayaan kok. Jujur, gue baru tau asal muasal kata Valentine itu waktu kuliah. Itu pun berdasarkan dari artikel yang ditempel di mading kampus - entah kenapa artikel yang provokatif ditempel di mading kampus yang dibaca orang banyak - tentang asal usul kata Valentine.

Intinya, itu adalah artikel berupa himbauan untuk tidak merayakan Valentine. Karena berasal dari ajaran salah satu agama tertentu, dan waktu gue baca gue cukup tersentak. Intinya, tulisan yang ada di artikel itu tentunya mendiskreditkan agama tersebut, padahal ada beberapa orang yang menganut agama itu di kampus gue. Seharusnya, himbauan yang bersifat sensitif seperti itu kurang layak ditaro di mading kampus sih, IMO.

Setelah gue pikir-pikir, banyak yang terlalu serius dan berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Orang-orang jaman sekarang merayakan Valentine juga bukan karena percaya pada suatu paham tertentu kok, mereka murni merayakan juga untuk jadi simbol peringatan aja. Biasanya mereka ngerayain buat seru-seruan, karena yang ngerayain rame dan banyak, jadi lebih asik kan?

Paham fanatik tentunya akan menghilangkan sisi fun dari perayaan Valentine, karena perayaan Valentine itu IMO tidak terikat pada suatu kepercayaan tertentu, jadi siapa pun bisa merayakan. Yang mau merayakan, selamat merayakan. Yang tidak merayakan, ya gak apa-apa juga. Toh gak ada yang maksa untuk ikut merayakan kan?

Merayakan Valentine pun sebenarnya gak cuma sama kekasih atau pasangan aja, bisa juga sama keluarga dan orang-orang yang dicintai. Meski sebenarnya kita seharusnya menyatakan perasaan kepada orang yang kita sayang bukan hanya pada 14 Februari aja, tapi setiap hari dan selama kita masih bernafas.

Selamat berbagi kasih dengan orang-orang tercinta di sekitar anda, entah untuk anda yang merayakan Valentine, ataupun tidak.

Happy Valentine's Day!

Senin, 23 Januari 2012

No Use For A Name?

"Apalah arti sebuah nama?"

Sering dari kita sering mendengar istilah tersebut bukan? Kalimat tersebut cukup akrab di kuping kita namun mungkin kurang mengerti arti dan maksudnya. Istilah ini pertama kali dikeluarkan oleh seorang sastrawan terbesar Inggris yang hidup di abad 16, William Shakespeare.


Jika saja Shakespeare masih hidup saat ini, ia pasti menyesal pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Gak percaya? Ini salah satu contohnya: Masih inget sama kasus sebuah Rumah Makan Padang terkenal yang berebut nama? Bahkan kasus itu sempat menyentuh ranah hukum. Itu salah satu bukti, bahwa nama itu sebenarnya hal yang cukup penting.

Nama mewakili sebuah produk, brand, atau juga merk tertentu. Biasanya orang akan memilih nama yang bagus, tepat, dan pastinya cocok untuk produknya. Sama halnya dengan nama produk, nama seseorang juga mewakili orang tersebut. Beberapa orang yang gue kenal bahkan benar-benar menjaga nama baiknya, dan menurut gue itu hal yang sah-sah saja. Karena namamu adalah brand-mu.

Gue sangat bersyukur atas nama yang diberikan kedua orang tua gue. Malvino Gladwin Mambu. Nama yang pastinya jarang, unik, dan menurut gue nama yang gak biasa. Gimana gak jarang, latar belakang pemberian nama gue yaitu sebuah kejadian yang sepertinya sulit untuk terulang kembali. Perang antara Inggris dan Argentina yang memperebutkan sebuah pulau bernama Malvinas (dalam bahasa Inggris disebut Falk land).

Malvino tentu saja berasal dari kata Malvinas, sedangkan Gladwin adalah gabungan dari kata Glad dan Win. Sampai sejauh ini, gak pernah denger ada orang yang meenggunakan nama Gladwin sebagai namanya (thank you Mom and Dad). Jangan tanyakan darimana nama Mambu berasal, itu nama keluarga. Nama yang sebenarnya aneh kalo didenger, tapi gue bangga menggunakannya.

Artikel ini gue buat berdasarkan banyaknya nama panggilan yang diberikan orang-orang ke gue. Nama panggilan mereka biasanya sih gak jauh dari nama gue, tapi beneran lucu-lucu loh. Gak percaya? Nih!

Malvin
Yang manggil gue dengan nama ini, cuma orang-orang terdekat aja. Biasanya cuma keluarga dan temen-temen kecil (temen-temen gue jaman masih SD) doang.

Vino
Nama panggilan yang paling sering digunain orang buat manggil gue sampe sekarang, ya karena emang paling simpel dan paling gampang diinget kali yah?

Maplin
Almarhum opanya sepupu gue, punya panggilan khusus kalo manggil gue. Maksudnya mungkin Malvin, tapi entah kenapa dia selalu salah manggil, jadinya Maplin. Lucu deh kalo diinget-inget lagi the way he called me. Thank you, Opa Joss!

Malv
Salah satu temen SD gue yg sekarang masih keep in touch, manggil gue dengan nama ini. Lucu yah, seumur-umur yang manggil gue gini cuma dia doang deh kayaknya. Aulia Siagian, thank you for that cute name.

Pinoh
Hahaha, baru denger aja udah ngakak. Pemberian salah satu sahabat terdekat gue di organisasi. Berhubung dia berdomisili di Bandung yang notabene gak bisa nyebut V atau F - karena pasti jadi P - jadi aja nama Vino dipelesetin jadi Pinoh. Kenapa pake huruf H di belakangnya? Tanyain sendiri ke orang Sunda, kenapa mereka suka ngomong di belakang kalimatnya ditambahin H. Pffttt. Btw, Pidah, I love you! (namanya Vida, but Pidah sounds funnier isn't it?). :p

Pinyo
Pernah deket sama cewek yang manggil gue dengan nama Pinyo. Terdengar aneh di kuping, tapi cara dia nyebutinnya kali yah yang bikin lucu? Gak lama deketnya, tapi cukup berkesan lah ya. Thank you D, I hope you're happy with him! *sekalian curcol*


Sebenarnya ada beberapa nama panggilan lain yang pernah dipake buat manggil gue, cuma kayaknya nama-nama di atas yang cukup berkesan buat gue.

Sorry Mr. Shakespeare, a name is mean so much for me. :D

Jumat, 13 Januari 2012

Ramires's New Role


 Chelsea akan mencoba memainkan Ramires di posisi baru, posisi yang cukup krusial untuk mereka.

Yang dimaksud adalah posisi sayap kanan, tempat yang sampai saat ini masih belum ditempati oleh orang yang tepat. Alasannya cuma satu, Andre Villas-Boas tidak punya pemain sayap kanan murni di skuadnya. Chelsea terus mengadaptasi formasi 4-3-3 sejak era Jose Mourinho, ini berarti dibutuhkan dua pemain sayap untuk membantu kinerja seorang striker di lini depan.

Jika di sayap kiri mereka punya Juan Mata dan Florent Malouda yang merupakan pemain asli di posisi tersebut, lain halnya dengan sisi sebaliknya. Sayap kanan adalah posisi yang belakangan dipercayakan pada Daniel Sturridge, yang sebenarnya merupakan seorang penyerang tengah.

Untuk seorang pemain tengah yang diplot lebih melebar, penampilan Sturridge memang tidak terlalu buruk. Ia adalah pencetak gol terbanyak Chelsea di Premier League, sampai saat ini ia sudah mencetak sembilan gol.

Atas penampilan gemilang musim ini, Sturridge diberikan kehormatan oleh Fabio Capello untuk merasakan debut di skuad senior timnas Inggris, ia masuk dari bangku cadangan saat Inggris mengalahkan Swedia 1-0 di laga persahabatan yang dihelat di Wembley, November lalu.

Sayangnya Sturridge sedang mengalami cidera, dan hal ini cukup membuat Villas-Boas pusing. Namun sebagai pelatih yang cukup berani bereksperimen, ia memasang Ramires sebagai pemain sayap kanan. Pemain yang sehari-hari menggunakan kawat gigi ini bermain penuh selama 90 menit dan menikmati peran barunya pada pertandingan perdana Premier League tahun ini, ketika Chelsea mengalahkan Wolves 2-1 di Molineux, 2 Januari silam.

Sukses menjalani debut di posisi barunya, Villas-Boas kembali memasang Ramires di pertandingan babak ketiga Piala FA saat menghadapi Portsmouth di Stamford Bridge, sepekan setelahnya. Hasilnya? Chelsea berpesta gol, menyingkirkan Pompey dari Piala FA dengan empat gol tanpa balas. Tak hanya itu, Ramires mencetak dua gol pada pertandingan tersebut.

Dalam hal mencetak gol, Sturridge mungkin lebih ahli daripada Ramires. Namun peran Ramires yang rajin naik-turun cukup membantu kinerja tim, mengingat posisi bek kanan adalah salah satu posisi terlemah Chelsea musim ini. Ramires bisa meng-cover Jose Bosingwa yang sering terlambat untuk kembali ke posisi bertahan.

Chelsea kehilangan konsistensinya musim ini di bawah asuhan Villas-Boas, namun pelatih asal Portugal itu mendapatkan jaminan dari sang pemilik, Roman Abramovich, bahwa ia tak akan dipecat dan bahkan dipercaya untuk membangun era baru di Stamford Bridge. Saat ini mereka tercecer di posisi empat dan tertinggal 11 poin dari Manchester City di puncak klasemen, jarak yang sebenarnya masih bisa dikejar mengingat musim yang masih sangat panjang.

Ramires adalah salah satu pemain penting di skuad Chelsea musim ini, ia bisa bermain dimana saja. Sebagai gelandang jangkar, gelandang tengah, dan kini sedang mencoba untuk bermain lebih melebar di sayap kanan, sesuai kebutuhan tim. Ketika didatangkan dari Benfica pada Agustus 2010 silam dengan harga nyaris 20 juta Pounds oleh mantan pelatih Carlo Ancelotti, ia sempat kesulitan untuk beradaptasi dengan Liga Inggris. Meski tampil kurang meyakinkan, Ancelotti tetap mempercayakan Ramires untuk bermain reguler di setiap pertandingannya. Sampai akhirnya ia mulai bangkit di paruh kedua musim lalu, dan menjadi pemain kunci Chelsea.


Sejauh ini ia sudah mencetak delapan gol untuk Chelsea di semua kompetisi musim ini, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk pemain tengah. Dipasang agak ke depan, tampaknya pundi-pundi gol Ramires akan bertambah banyak, tentunya ini menguntungkan untuk Chelsea. Dengan absennya Didier Drogba saat ini karena menjalani Piala Afrika, dan juga masa depan yang tidak pasti di London Barat, Sturridge bisa dipasang di posisi aslinya sebagai penyerang tengah jika Drogba benar-benar hengkang.

Yang pasti, Chelsea berusaha untuk bisa bangkit di paruh musim kedua. Dan apakah Ramires mampu menjalani peran barunya dengan baik dan menjawab kepercayaan yang diberikan sang pelatih kepadanya? Dari penampilannya sejauh ini sih, sepertinya ia cukup meyakinkan. Bagaimana menurut anda?

*Artikel ini adalah milik pribadi yang dibuat untuk Super Soccer dengan judul asli: Peran Baru Ramires Di Chelsea*

Source: www.supersoccer.co.id 

Jumat, 06 Januari 2012

The Champions League Hunters


Premier League musim ini lebih berwarna, lebih seru, dan mungkin salah satu yang terketat dari yang pernah ada.

Siapa yang menyangka Manchester City akan memimpin di puncak klasemen sejak awal musim dan menjadi jawara paruh musim? Meski ditempel ketat oleh sang rival sekota - Manchester United - di posisi kedua, penampilan City sejauh ini menunjukkan bahwa mereka  merupakan kandidat terkuat untuk meraih gelar musim ini.

Namun Premier League bukan hanya didominasi oleh duo Manchester, Tottenham Hotspur juga mencuat menjadi salah satu penantang serius. Skuad asuhan Harry Redknapp hanya tiga angka di belakang United yang ada di posisi dua, dan memiliki satu pertandingan tunda.
Persaingan antara Chelsea dan United yang mendominasi - dengan bergantian menjuarai Premier League - selama tujuh musim terakhir tidak terlihat di musim ini, City dan Spurs perlahan mulai menjadi rival baru untuk United yang selalu konsisten di setiap musimnya.

Kami tidak akan membahas lebih dalam tentang persaingan City, United, dan Spurs yang tampaknya akan bersaing untuk menjadi yang terbaik musim ini, namun lebih membahas tentang satu tempat tersisa di empat besar yang sedang diperebutkan oleh empat tim yang ada di bawah ini. Siapa saja mereka?

1.    Chelsea

Kegagalan memenangkan gelar musim lalu membuat Carlo Ancelotti didepak dari jabatan pelatih di akhir musim, pelatih yang pernah memenangkan Double Winner di musim perdananya itu langsung diusir dari Stamford Bridge setelah gagal mendapatkan satu pun penghargaan di musim berikutnya. Roman Abramovich pun menunjuk Andre Villas-Boas yang saat itu sedang bersinar bersama Porto, berdasarkan pencapaian yang diraih pelatih asal Portugal itu memenangkan Treble Winner di musim perdananya melatih di sana. Namun sayang, Chelsea bukanlah Porto, persaingan di Premier League lebih ketat.  Penampilan Chelsea musim ini dianggap tidak stabil, bahkan mereka sempat menghadapi krisis kekalahan di periode akhir Oktober sampai November ketika harus takluk dari QPR, Arsenal, dan Liverpool.

Chelsea menjadi tim pertama yang berhasil menumbangkan Manchester City yang tidak terkalahkan, namun sayang setelah mengalahkan City mereka malah harus puas bermain imbang selama tiga pertandingan berturut-turut menghadapi Wigan, Spurs, dan Fulham. Bahkan menjelang pertandingan tahun baru mereka takluk secara mengejutkan di Stamford Bridge 3-1 dari Aston Villa. Kini mereka berada di peringkat empat klasemen dan tertinggal lima angka dari Spurs, Villas-Boas pun sempat mengungkapkan bahwa target Chelsea musim ini hanyalah lolos ke Liga Champion, bukan menjuarai Premier League.

2.    Arsenal

Setelah ditinggal dua pemain kuncinya, Cesc Fabregas dan Samir Nasri di musim panas kemarin, Arsenal langsung terseok-seok di awal musim. Bahkan skuad asuhan Arsene Wenger ini sempat terlempar di papan bawah. Namun kekalahan yang paling menyakitkan adalah ketika bertandang ke Old Trafford, saat mereka harus takluk 8-2 dari sang empunya stadion. Wenger pun melakukan belanja panik setelahnya menjelang bursa transfer ditutup, ia mendatangkan Per Mertesacker, Andre Santos, dan Mikel Arteta untuk menambal skuadnya yang kebetulan sedang mengalami badai cidera.

Perlahan tapi pasti, Arsenal mulai bangkit. Penampilan luar biasa Robin van Persie yang selalu menjadi penentu kemenangan Arsenal membuat mereka sempat merangsek ke empat besar, bahkan sang kapten sempat mencetak hat-trick saat mempermalukan Chelsea 5-3 di Stamford Bridge. Kekalahan atas Fulham di awal tahun ini membuat Arsenal tertahan di peringkat lima dan tak mampu menggeser Chelsea di empat besar. Musim ini mereka lolos ke Liga Champion melalui play-off, karena finish di peringkat empat klasemen musim lalu. Musim depan? Belum tentu mereka seberuntung sekarang. Oleh karena itu, jumlah poin yang hanya terpaut satu angka dari Chelsea membuat mereka bernafsu untuk bisa melampaui rival sekota mereka itu.

3.    Liverpool

Dua musim tidak bermain di Liga Champion adalah prestasi buruk untuk tim sebesar Liverpool, pasalnya di Inggris mereka adalah pemegang gelar terbanyak untuk kompetisi ini, dengan lima piala. Steven Gerrard mengangkat The Big Ears pada 2005 silam, ketika menang secara dramatis atas AC Milan melalui adu tendangan penalti setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, padahal mereka tertinggal tiga gol lebih dulu. Finish di peringkat tujuh dan enam di dua musim terakhir membuat mereka tak bisa merasakan lagi panasnya kompetisi jawara Eropa, tahun ini mereka berniat untuk kembali ke empat besar, tempat dimana mereka biasa bermukim setiap musimnya.

Musim ini anak asuh Kenny Dalglish tampil tidak konsisten. Bisa menang di kandang Arsenal dan Chelsea, dan menahan seri United di Anfield adalah sebuah prestasi yang membanggakan untuk tim manapun. Hanya Spurs dan City yang mampu mempermalukan mereka. Namun menghadapi tim yang relatif lebih lemah, Liverpool seperti kesulitan menang. Bahkan Stoke dan Fulham mampu mencuri tiga poin dari mereka, hasil ini menunjukkan bahwa penampilan Liverpool musim ini tidak stabil. Hal ini mungkin dikarenakan sang kapten Steven Gerrard, lebih banyak berkutat dengan cidera. The Reds kini hanya terpaut empat angka untuk bisa menduduki empat besar, posisi yang sulit mereka dapatkan di dua musim terakhir.

4.    Newcastle United

Menjadi tim yang tak terkalahkan sampai ke-12 sempat membuat Newcastle menempel duo Manchester di puncak klasemen. The Toon Army akhirnya harus takluk untuk pertama kalinya dnegan skor 3-1 ketika bertandang ke Etihad Stadium. Meski sempat menahan imbang United 1-1 di pertandingan berikutnya, mereka harus takluk 3-0 oleh Chelsea di kandang sendiri, dan yang paling mengejutkan adalah kalah 4-2 dari Norwich City. Kalah dari West Brom dan Liverpool di pertandingan selanjutnya membuat mereka harus tercecer ke peringkat tujuh klasemen sementara.

Newcastle memulai tahun baru dengan cukup meyakinkan, mereka mengalahkan United dengan skor telak 3-0. Gol dari Demba Ba, Yohan Cabaye, dan gol bunuh diri Phil Jones membuat tiga angka tetap bertahan di Sports Direct Arena. Meski sempat membuat kejutan di awal musim, Alan Pardew tampaknya tidak terlalu menargetkan Liga Champion untuk timnya musim depan. Hasil realistis baginya adalah Europa League, namun dengan jumlah poin yang berhasil mereka kumpulkan saat ini - 33 poin - mereka hanya tertinggal empat angka dari Chelsea yang duduk di zona Liga Champion. Jadi target untuk finish di empat besar musim ini, kenapa tidak?


Tim mana dari keempat tim di atas yang berpeluang besar untuk bisa lolos ke Liga Champion musim depan? Chelsea dan Arsenal tampaknya akan bersaing ketat untuk memperebutkan posisi tersebut, mengingat mereka berdua adalah langganan setia kompetisi tersebut. Apalagi saat ini, hanya mereka berdua yang mewakili Inggris di babak 16 besar, setelah United dan City harus gagal di babak grup secara mengejutkan.

Liverpool dan Newcastle tetap bisa mengancam duo London itu, jika mereka bisa meraih kemenangan demi kemenangan di paruh kedua musim ini. Dengan poin yang relatif dekat dan amat ketat ini, semua berpeluang untuk bisa mendapatkan jatah sisa Liga Champion musim depan. So, siapa jagoan kalian untuk bisa tampil di kompetisi elit Eropa itu musim depan?

*Artikel ini adalah milik pribadi yang dibuat untuk Super Soccer dengan judul asli: Para Tim Pemburu Jatah Liga Champion*

Source: www.supersoccer.co,id

Rabu, 28 Desember 2011

The Most Controversial Player Of The Year 2011



Ingin tahu siapa saja lima pemain paling kontroversial di Premier League di tahun 2011? 

Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2011, dan sebentar lagi akan memasuki tahun yang baru. Jika melihat ke belakang sepanjang tahun ini, terjadi berbagai macam kejadian unik dan kontroversial yang terjadi di lapangan sepak bola, khusunya di Liga Inggris.

Diantara banyaknya kejadian kontroversial yang terjadi sepanjang tahun ini, Supersoccer berusaha untuk memilih lima orang pemain Premier League yang paling kontroversial di tahun 2011. Siapa saja mereka? Berikut nama-nama lima pemain tersebut, mulai dari peringkat paling akhir.
5.       John Terry


Kapten Chelsea ini tampaknya tak pernah lepas dari hal-hal kontroversial. Setelah diketahui mempunyai affair dengan mantan pacar Wayne Bridge - yang merupakan mantan rekan setimnya - Terry menjadi bulan-bulanan media. Ia bahkan sempat dicopot dari jabatan kapten timnas Inggris karena tekanan bertubi-tubi yang datang padanya, sampai akhirnya jabatan tersebut dikembalikan lagi oleh Fabio Capello kepadanya karena penampilannya yang cukup stabil di dalam lapangan.

Tahun ini, Terry kembali tersandung kasus. Namun kali ini kasusnya bukan masalah asmara, melainkan kasus rasial. Ia diduga melakukan perkataan yang menghina Anton Ferdinand, saat Chelsea berhadapan dengan QPR, pada Oktober silam. Tak hanya harus berurusan dengan pihak FA, Terry bahkan harus berhadapan dengan pihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kasus ini akan disidangkan di pengadilan negeri setempat, pada Februari mendatang.

4.       Joey Barton



Joey Barton mungkin adalah satu-satunya pemain paling vokal yang sering mengkritik - hal yang jarang terjadi - klubnya sendiri. Ia sering menyerang klubnya - ketika masih berada di Newcastle - melalui akun Twitter-nya. Mulai dari kebijakan transfer klub, sampai hal-hal lainnya. Sang pemilik, para petinggi klub, bahkan pelatih, tak lepas dari kritikan Barton. Barton sempat ’dibuang’ dari skuad, ketika ia dilarang berlatih dengan rekan-rekan timnya karena komentar-komentar pedasnya yang membuat para petinggi klub mulai gerah dan ingin segera menjualnya.

Awalnya ia sempat dimainkan pada laga perdana Newcastle saat menghadapi Arsenal, dimana ia membuat keributan pada pertandingan tersebut, yang mengakibatkan dua pemain Arsenal mendapatkan kartu merah. Namun sebelum bursa transfer ditutup, ia akhirnya dijual juga ke QPR. Dan apakah setelah berpindah klub ia berhenti menyerang Newcastle? Tidak.


3.       Luis Suarez



Satu lagi pemain yang terlibat dengan kasus rasial, Suarez terbukti bersalah dalam penyelidikan atas perkataannya pada Patrice Evra di pertandingan antara Liverpool kontra Manchester United pada Oktober silam. Ia bahkan telah dijatuhkan hukuman oleh pihak FA, yaitu denda 40 ribu Pounds dan dilarang bertanding selama delapan pertandingan. Hukuman tersebut tampaknya adalah hukuman yang cukup berat bagi Suarez dan Liverpool tentunya, karena bukan rahasia lagi bahwa Suarez adalah salah satu pemain kunci Kenny Dalglish di lini depan The Reds.

Meski banyak yang mencerca tindakannya tersebut, tak sedikit pula yang mendukung Suarez. Mulai dari rekan-rekan senegaranya yang beromba-lomba memberikan komentar, sampai rekan-rekannya yang ada di Liverpool. Bahkan para pemain Liverpool sempat menggunakan kaos bergambar dan bertuliskan Suarez sebelum pertandingan, sebagai bentuk dukungan penuh untuk pemain timnas Uruguay tersebut.

2.       Carlos Tevez



Pemain yang sempat menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola beberapa waktu lalu, nama Tevez tiba-tiba menjadi topik yang cukup menarik untuk diperbincangkan. Tevez tak pernah lepas dari hal-hal yang berbau kontroversial, perlahan ia berubah dari orang dihormati di dunia sepak bola sebagai orang yang paling dibenci. Awalnya, bergabung dengan Manchester City dari Manchester United saja adalah sesuatu yang sulit diterima dengan akal sehat. Dan setelah mengaku bahagia di Etihad Stadium, mantan kapten City itu berkali-kali menyatakan ingin hengkang dari Manchester.

Dan kejadian paling konyol dan paling kontroversial yang dilakukannya adalah ketika menolak dimainkan pada pertandingan Liga Champion saat timnya menghadapi Bayern Munich di Allianz Arena. Ketika timnya sedang tertinggal 2-0 atas tuan rumah, Roberto Mancini memintanya untuk bersiap-siap untuk melakukan pemanasan.  Tapi apa yang terjadi? Ia menolak untuk diturunkan. Hal ini membuat sang pelatih berang, dan berjanji tak akan pernah memainkan Tevez selama ia masih melatih di City. Saat ini, nasibnya pun tidak jelas. Beberapa klub yang berusaha menampungnya pun tampak kesulitan untuk mendapatkannya, karena tak ada yang mampu membayar gajinya yang sangat mahal di City.

1.       Mario Balotelli



Dan inilah dia jawara kita, pemain paling kontroversial di tahun 2011. Nama Balotelli tiba-tiba menjadi nama yang paling disorot di dunia sepak bola, bukan hanya karena aksinya di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. Ia bisa dipuji hari ini, namun bisa melakukan tindakan bodoh di hari berikutnya. Kelakuannya yang aneh bin ajaib, membuatnya menjadi sosok yang unik. Ia adalah wujud dari entertainer sejati yang ada di dunia sepak bola saat ini.

Selebrasi yang aneh pasca mencetak gol, diusir dari lapangan karena mendapatkan dua kartu kuning dalam waktu enam menit, adalah hal-hal aneh yang dilakukannya di dalam lapangan. Di luar lapangan, kelakuannya pun tak kalah hebohnya. Menyalakan petasan di dalam kamar mandi di rumahnya yang mengakibatkan kebakaran, memberikan uang 1000 Pounds secara cuma-cuma pada seorang pengemis yang ditemuinya di jalan, sampai terlibat dalam jaringan mafia. Tak hanya itu, ia bahkan terlibat baku hantam dengan dua rekan timnya, yaitu Jerome Boateng dan Micah Richards. Dengan bakat yang dimilikinya, sebenarnya ia punya kemampuan untuk menjadi pemain terbaik dunia layaknya Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Sebenarnya.

*Artikel ini adalah milik pribadi yang dibuat untuk Super Soccer dengan judul asli: Lima Pemain Premier League Paling Kontroversial Di Tahun 2011*


Source: www.supersoccer.co.id 

Kamis, 22 Desember 2011

The Man Between You And Your Boyfriend (Part 1)


Judul di atas sebenarnya kepanjangan, kalo disingkat jadinya 'selingkuhan'. Topik ini sebenarnya udah pernah gue bahas di Twitter, tapi gak ada salahnya kalo gue tulis ulang, dalam bentuk cerita dan dengan lebih detail pastinya.

Gue akan cerita tentang seseorang yang gue kenal baik, tentang seorang cowok single yang menurut gue cukup berpengalaman dalam hal percintaan. Mike namanya, seorang pemuda keturunan Manado yang hidup berkecukupan di ibukota. Berkecukupan di sini bukan berkecukupan yang berarti kaya yah, tapi hidup cukup untuk dirinya sendiri. :p

Dilihat dari fisiknya, Mike bukanlah seorang yang tampan. Ia biasa saja, namun kulitnya yang sedikit sawo matang membuat dirinya terlihat manis di mata kaum hawa. Ya rata-rata lah ya untuk ukuran seorang laki-laki, tidak ganteng dan tidak jelek-jelek amat.

Mike hidup sederhana, gak suka dugem, gak suka belanja-belanja, dan gak suka foya-foya. Setiap hari hanya sibuk kerja dan terkadang suka mencuri waktu untuk berolahraga. Ia adalah orang yang suka menyibukkan dirinya sendiri, mungkin hal itu dilakukannya supaya gak selalu terlarut mikirin urusan cintanya yang sudah lama hilang entah kemana. Kalo gak sibuk kerja dan berolahraga, waktunya ia habiskan untuk berkumpul bersama teman-temannya atau hanya tidur dan berdiam seharian di rumah.

Singkat kata singkat cerita, melalui seorang teman ia berkenalan dengan seorang wanita bernama Deswita. Seorang mojang priangan asal tanah Sunda yang berdomisili di kota Bandung. Deswita adalah anak yang cantik, namun satu hal yang paling menarik darinya adalah ia adalah anak yang pintar. Ia adalah seorang mahasiswi Magister Hukum dari sebuah universitas ternama di sana, yang terkadang berprofesi sebagai seorang asisten dosen.

Deswita sudah mempunyai seorang pacar, kebetulan pacarnya juga berdomisili di kota yang sama dengannya. Dan dengan bantuan teknologi bernama BlackBerry, proses perkenalan antara Mike dan Deswita pun semakin dalam.Sampai keduanya sampai pada titik 'tertartik satu sama lain', namun terbentur dengan status Deswita yang sudah mempunyai kekasih.

Hubungan saling menyayangi itu mereka jalani sekian lama, sampai pada akhirnya mereka sama-sama jatuh cinta (dari yang gue liat sih mereka sama-sama cinta yah, gatau deh aslinya kaya gimana). Mike bahkan pernah beberapa kali datang mengunjungi kota Bandung, begitupun juga sebaliknya, untuk bisa sekedar bertemu dan ngobrol bareng.

Mike dan Deswita akhirnya sama-sama mengaku bahwa mereka mencintai satu sama lain, tapi Deswita tampaknya gak bisa gitu aja mutusin pacarnya (gue gak kenal siapa nama pacarnya, sebut aja Andi lah ya). Awalnya Mike hanya mengagumi Deswita, ia tahu bahwa sosok yang dikaguminya itu sudah mempunyai kekasih hati. Awalnya ia tak bermaksud mengganggu hubungan Deswita, namun lama-kelamaan rasa kagum itu berubah drastis menjadi rasa takut kehilangan. Tiba-tiba Mike ingin memiliki Deswita sepenuhnya, ini berarti Deswita berada di persimpangan jalan. Ia harus memilih salah satu diantara Mike dan Andi.

To Be Continue..