Kamis, 15 Agustus 2013
Pahlawan Inggiris Itu Bernama Rickie Lambert
Nama Rickie Lambert mendadak menjadi buah bibir setelah ia mencetak gol penentu kemenangan di debutnya bersama timnas Inggris. Hanya tiga menit setelah ia masuk dari bangku cadangan.
Inggris dua kali tertinggal lebih dulu dari saudara sepupunya sendiri, Skotlandia, sebelum akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Mereka mampu membalikkan keadaan setelah Saint Lambert mencetak gol dramatis di menit ke-70.
Pertandingan baru berjalan 11 menit ketika James Morrison melepaskan tembakan jarak jauh dan membuat publik tuan rumah terdiam. Tembakan Morrison sebenarnya sempat membentur badan Hart, namun bola berhasil masuk ke dalam gawang.
Inggris berhasil menyamakan kedudukan setelah Theo Walcott berhasil mencetak gol perdananya di Wembley pada menit ke-29. Meski nama Walcott yang tertera di papan skor, saya memberi credit pada Tom Cleverley yang memberikan umpan cantik terukur setelah menemukan celah pada pertahanan Tartan Army.
Skor 1-1 bertahan sampai turun minum.
Wembley kembali dibuat membisu saat Kenny Miller membawa tim tamu kembali unggul, hanya empat menit memasuki babak kedua. Pertahanan Inggris yang berada di level mengkhawatirkan pun lagi-lagi harus kecolongan setelah tembakan Miller tak mampu dihadang oleh Gary Cahill. Hart harus rela memungut bola dari gawangnya untuk kali yang kedua.
Hanya butuh empat menit pula bagi Inggris untuk bisa kembali menyamakan kedudukan. Tepatnya di menit ke-53 ketika Danny Welbeck berhasil membobol gawang Allan McGregor dan membuat suporter tuan rumah kembali bergairah. Gol ini adalah gol keenam penyerang Manchester United tersebut untuk timnas Inggris.
Di menit ke-67, Roy Hodgson menarik keluar Wayne Rooney yang belakangan ramai dibicarakan karena isu transfernya. Ia memasukkan pemain antah berantah bernama Rickie Lambert, pemain yang dua musim lalu masih merumput di Championship bersama Southampton.
Are you sure, Roy? Banyak orang mengerenyitkan keningnya ketika Hodgson memutuskan untuk memainkan Lambert sebagai pengganti Rooney. “Lambert? Who’s that guy?” kicau seorang jongos bola yang ada di timeline saya. Hehehe.
Seorang striker yang punya prestasi hebat bersama timnas Inggris harus ditarik keluar dan harus digantikan oleh seorang pemula? Lambert memang tidak muda lagi, usianya sudah menginjak 31 tahun pada Februari silam. Tapi bermain untuk timnas Inggris, ini adalah hal yang baru bagi pemain yang delapan tahun lalu masih bermain di Divisi Dua untuk Stockport Country itu.
Lambert tak butuh waktu lama untuk keluar menjadi pahlawan pada pertandingan tersebut. Ia hanya butuh tiga menit untuk bisa dikenal dengan baik oleh seantero Inggris dan dunia ketika mencetak gol pada menit ke-70. Sundulan kerasnya tak mampu dihalau McGregor, ia membawa Inggris berbalik unggul 3-2. Puji Tuhan dan Sang Ratu, skor bertahan sampai pertandingan berakhir. Thank God, Lambert saved the Queen.
Lambert memberikan kesan manis pada debutnya bersama The Three Lions, hal ini pasti membuat Hodgson dengan senang hati memanggilnya kembali untuk memperkuat negaranya di pertandingan-pertandingan berikutnya nanti.
Buat yang belum tahu, Lambert juga punya torehan prestasi yang cukup membanggakan. Hanya saja mungkin luput dari media, karena ia banyak menghabiskan waktu dengan tidak bermain di divisi utama. Lambert sempat dianugerahi Championship Player of the Year 2011 atas prestasinya bersama The Saints. Ia berhasil membawa klubnya promosi ke Premier League musim lalu, setelah berhasil mencetak 31 gol dalam satu musim. Torehan jumlah gol yang luar biasa untuk seorang striker.
Musim lalu, Lambert juga mencetak sejarah setelah berhasil mencetak gol perdananya di Premier League ketika timnya harus berhadapan dengan sang juara bertahan, Manchester City. Gol itu membuatnya menjadi salah satu pemain yang pernah mencetak gol di empat divisi Liga berbeda di Inggris.
Musim lalu juga ia keluar menjadi pencetak gol terbanyak Southampton dengan 15 gol di Premier League, hal ini yang mungkin membuat Hodgson memutuskan untuk memasukkannya ke dalam skuat timnas Inggris meski usia Lambert sudah tak bisa dibilang muda lagi untuk ukuran pemain bola. But who cares? He stole our attention.
Well done, Rickie. Rickie ‘from zero to hero’ Lambert.
Source: www.bolatotal.com
Rabu, 14 Agustus 2013
Suarez Yang Mulai Bisa Berpikir Dengan Jernih
Luis Suarez mengisyaratkan dirinya akan bertahan di Anfield.
Hey fans Liverpool, sepertinya kalian bisa mulai bernafas lega. Jagoan kalian yang diisukan kencang ingin minggat tampaknya akan bertahan lebih lama di Merseyside.
Berdasarkan tulisan yang saya baca di Mirror, Suarez curhat (lagi) mengenai masa depannya pada Martin Charquero, dari GolTV Latin American. Menurut kicauan Charquero di Twitter, Suarez tak akan meninggalkan Liverpool. Dukungan para fans lah yang membuatnya bertahan. Bahkan kabarnya ia siap untuk menanda tangani perpanjangan kontrak untuk menunjukkan kesetiaannya.
Mungkin kepala Suarez baru saja terantuk keras di lantai setelah terjatuh dari tempat tidur. Akibat benturan yang cukup keras, ia akhirnya sadar bahwa apa yang sudah dilakukannya beberapa waktu belakangan sangat menyakitkan bagi fans Liverpool dan merupakan tindakan pengkhianatan pada klub yang membelanya mati-matian. Mungkin.
Seperti yang kita tahu sebelumnya, Suarez sempat curhat pada Sid Lowe dari The Guardian. Dalam artikel yang cukup menghebohkan itu, Suarez mengemis pada Liverpool untuk dilepas di bursa transfer musim panas ini. Katanya sih karena Liverpool yang tak jua mampu lolos ke Liga Champion, dan hal itu ada di dalam kesepakatan kontraknya. Katanya.
Mayoritas fans Liverpool rupanya cukup geram mengetahui pernyataan dari striker tim kesayangannya tersebut, mereka mencap Suarez sebagai seorang pengkhianat yang tak tahu berterima kasih. Pasalnya fans Liverpool sempat menghilangkan akal sehat mereka untuk mendukung pemain yang selalu sibuk mencari masalah itu. Tak hanya fans, Kenny Dalglish dan para pemain pun sempat berada di belakang Suarez ketika akhirnya ia harus dilarang bermain sebanyak delapan pertandingan atas pernyataan rasialnya pada Patrice Evra. Mereka menggunakan kaos berisi dukungan sebelum pertandingan menghadapi Wigan, musim lalu.
Suarez rupanya sudah menjadi elemen yang cukup penting di Liverpool. Lihatlah bahwa kehadirannya sangatlah diharapkan. Bahkan disaat ia terlibat masalah, pelatih dan rekan-rekannya mendukungnya tanpa peduli bahwa Suarez lah sang biang keladinya. Rasa solidaritas yang sangat tinggi di Anfield membuat mereka menjadi sangat subjektif dalam cara berpikir. Lalu, apakah Suarez adalah orang yang patut mendapat dukungan? Well, sepertinya tidak. Ketika ia menggigit lengan Branislav Ivanovic pada pertandingan menghadapi Chelsea, orang dengan tingkat intelejensia normal akhirnya tahu bahwa ia adalah pemain yang cukup bermasalah.
Jika pada akhirnya Suarez memilih untuk bertahan, ya mungkin saja karena ia mulai bisa berpikir dengan jernih. Kita harus maklum dengan cara berpikirnya yang mungkin agak lambat. Ia akhirnya menyadari bahwa ia mendapatkan dukungan penuh dan luar biasa di Liverpool, hal yang mungkin tak ia dapatkan di tempat lain.
Tapi Suarez adalah Suarez, apa yang keluar dari mulutnya tak bisa begitu saja kita percaya. Dalam beberapa hari ini akan kita lihat dimana masa depannya berada. Jujur saja, saya lebih percaya pada cerita katak yang bisa berubah jadi pangeran, daripada mendengarkan pernyataannya.
Jadi, bertahan atau pergi, Luis?
Source: www.bolatotal.com
Selasa, 13 Agustus 2013
Rooney Yang Dikabarkan Mengalami Cidera Namun Terlihat Baik-Baik Saja
Wayne Rooney dikabarkan mengalami cidera (lagi) di tur pra musim sehingga tidak bisa tampil (lagi) untuk Manchester United.
Kenyataannya ia terlihat baik-baik saja saat berlatih bersama timnas Inggris, hanya 24 jam setelah United mengeluarkan pernyataan resmi bahwa striker mereka itu tak cukup fit untuk dimainkan pada pertandingan Community Shield menghadapi Wigan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson, pada saat konferensi pers. Menurut mantan pelatih Liverpool itu, Rooney terlihat bugar dan baik-baik saja. Ia berlatih di lapangan hampir satu setengah jam lamanya pada hari Senin kemarin, tidak terlihat seperti orang yang sedang mengalami atau baru sembuh dari cidera.
Saya berada di Bangkok ketika Rooney dipulangkan secara tiba-tiba dari Bangkok ke Manchester karena (kabarnya) mengalami cidera hamstring. Akibat cidera tersebut, fans United yang berada di Thailand gagal menyaksikan idola mereka itu berlaga menghadapi Singha All Star di Rajamangala National Stadium.
Saya juga berada di Bangkok, di dalam ruang konferensi pers di hotel tempat skuat Chelsea menginap, ketika seorang jurnalis menanyakan tentang isu transfer Rooney ke Chelsea pada Jose Mourinho saat itu. Yang saya ingat, waktu itu Mourinho menjawabnya dengan bercanda. The Happy One mengatakan bahwa Rooney adalah pemain United bukan pemain Chelsea, dan ia tak ingin berkomentar tentang pemain tim lain. Jika ingin menanyakan hal tentang itu, ia menyarankan sang penanya untuk mengunjungi hotel sebelah (tempat skuat United menginap).
Setelah dikabarkan mengalami cidera hamstring yang membuatnya absen di semua tur pra musim, Rooney dikabarkan mengalami cidera bahu sesaat sebelum laga menghadapi Wigan. Hal ini menjadi alasan David Moyes tak memainkan Rooney pada pertandingan tersebut. Namun kenyataannya, tidaklah demikian. Karena Rooney terlihat baik-baik saja bersama timnas Inggris.
Lalu apa yang membuatnya kembali tidak dimainkan pada pertandingan Community Shield kemarin? Banyak orang yakin bahwa ia tidak benar-benar mengalami cidera, karena yang terlihat tidaklah demikian. Keinginannya untuk hengkang dari Old Trafford sepertinya yang menjadi alasan mengapa dirinya tidak bergabung bersama timnya selama jeda musim panas.
Ada beberapa hal yang membuat Rooney tak lagi kerasan di Manchester. Selain karena hubungannya yang kurang harmonis dengan Moyes sewaktu di Everton, Rooney juga gerah karena tak mendapatkan jaminan di starting XI United musim 2013-2014. Moyes pernah menegaskan bahwa Robin van Persie adalah pilihan utamanya, dan Shinji Kagawa adalah orang yang tepat untuk berdiri di belakang striker timnas Belanda tersebut. Artinya Rooney harus rela duduk di bangku cadangan sambil menunggu ketidak pastian.
Ini yang membuat Rooney entah pura-pura cidera atau dipura-purakan cidera agar mempunyai waktu lebih banyak untuk bisa berpikir mengenai masa depannya. Seperti yang kita tahu bersama, Chelsea siap menampung pemain yang sering dipanggil Shrek ini di Stamford Bridge. Kebetulan Rooney adalah salah satu pemain yang dikagumi Mourinho, dan mantan pelatih Real Madrid itu memang ingin mendatangkan bomber hebat untuk menambah ketajaman lini depannya. Mourinho tampaknya tak bisa berharap banyak pada Fernando Torres dan Demba Ba. Meski Romelu Lukaku sudah terlihat siap, tapi ia belum punya cukup banyak pengalaman untuk bisa menjadi pilihan utama di tim sebesar Chelsea.
Oleh karena itu Rooney adalah pilihan yang tepat untuk Mourinho. Saya tak akan terkejut jika pada akhirnya Rooney memilih berlabuh di London Barat dan kembali menggunakan baju biru sebagai seragam kebesarannya. Dan kepastian mengenai masa depan Rooney bisa kita lihat kurang-lebih dua pekan dari sekarang, karena akhir bulan Agustus bursa transfer musim panas resmi ditutup.
We’ll see!
Source: www.bolatotal.com
Jumat, 09 Agustus 2013
Alasan Logis Jose Mourinho Atas Kekalahan Chelsea
Setelah melakukan serangkaian pertandingan pra musim yang meyakinkan, Chelsea harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lebih baik dari Real Madrid.
Jose Mourinho merasakan kekalahan pertamanya sejak kembali menukangi Chelsea . Dan yang lebih menyakitkan, tim yang melakukannya adalah Real Madrid, tim yang baru saja ia tinggalkan beberapa waktu lalu. Untuk melengkapi kekecewaan Mourinho di pertandingan tersebut, orang yang memastikan kemenangan Real adalah Cristiano Ronaldo, kompatriotnya yang baru saja ia remehkan.
Chelsea sukses di semua pertandingan pra musim mereka sebelum ditekuk oleh Real, di Asia mereka sukses meraih kemenangan 1-0 atas Singha Thailand All Star, 4-1 atas Malaysia XI, dan mempecundangi BNI Indonesia All Star dengan skor 8-1. Ya, tiga negara itu memang punya kelas jauh di bawah mereka. Sampai pada akhirnya mereka bertolak ke Amerika Serikat untuk mengikuti turnamen pra musim persahabatan yang bertajuk Guinness International Champions Cup yang diikuti oleh tim-tim kuat dari beberapa negara. Hal ini tentu menjadikan turnamen ini lebih serius dari tur pra musim sebelumnya.
Pada pertemuan pertama di turnamen ini, Chelsea bertemu dengan Inter Milan. Oscar dan Eden Hazard masing-masing mencetak satu gol untuk membawa mereka lolos ke babak selanjutnya. Lepas dari Inter, Chelsea ditantang oleh tim sekota Inter, AC Milan. Chelsea berhasil melaju ke babak final dengan skor yang sama, 2-0. Kevin De Bruyne dan Andre Schurrle berhasil mencatatkan nama mereka di papan skor dan membuat Mourinho bangga.
Di partai final, Chelsea sudah ditunggu oleh Real. Di sinilah mereka mengalami anti klimaks, setelah rentetan kemenangan manis sepanjang tur pra musim, Chelsea seperti kehilangan sentuhannya. Petr Cech harus memungut bola dari gawangnya sampai tiga kali atas gol-gol cantik dari Marcelo dan Ronaldo. Sementara Ramires hanya mampu menyamakan kedudukan tak berapa lama pasca Marcelo mencetak gol cantik dengan mempermainkan Iker Casillas. Ronaldo menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi momok Chelsea seperti pada 2008 silam ketika ia masih memperkuat Manchester United, ia mencetak dua gol spektakuler di pertandingan ini, sekaligus memastikan kemenangan Real, dan membuat Mourinho terdiam.
Tapi, Mourinho adalah Mourinho. Ia memang terkenal jago menjual kecap. Yang membuatnya menjadi fenomenal adalah – selain prestasinya di lapangan – kata-kata yang ia ucapkan dalam konferensi pers atau wawancara di media. Saya yakin jika ia tak mengambil jalan hidup sebagai seorang pelatih sepakbola, ia akan sukses di dunia sales atau bahkan MLM karena punya keahlian khusus dalam hal berbicara.
Dalam pers konferens pasca pertandingan ia membesarkan hatinya sendiri dengan mengatakan bahwa kekalahan ini tak berpengaruh apa-apa bagi timnya. Meskipun memang kenyataannya seperti itu, tapi saya yakin jauh di lubuk hatinya ia sebenarnya kecewa harus menerima kekalahan atas Real. Berikut kira-kira pernyataannya setelah diterjemahkan ke bahasa Indonesia:
"Bagi saya, membuat kesalahan dalah hal yang sempurna sehingga kami bisa memperbaikinya. Seperti yang saya katakan minggu lalu, kami mendapatkan lima kemenangan di pra-musim dan nol poin. Sekarang kami memiliki lima kemenangan dan satu kekalahan, dan masih nol poin, ini bukan drama."
"Mereka bermain di La Liga, kami bermain di Premier League, jika kami bertemu mereka di Liga Champions dan kalah, ceritanya akan berbeda, tetapi turnamen musim panas adalah turnamen musim panas."
Ya ya ya, turnamen musim panas memang hanyalah sebuah turnamen musim panas. Tapi kalah di partai final, di turnamen apapun itu, dari mantan tim yang pernah diasuhnya, setelah meremehkan salah satu pemain yang memastikan kemenangan tim lawan, pastinya cukup menyakitkan. Untung saja Mourinho tak mencari-cari alasan lain atas kekalahan ini. Karena saya yakin apapun yang keluar dari mulut Mourinho, toh banyak orang yang akan percaya. Termasuk jika suatu saat nanti ia mengatakan bahwa ia baru saja bertemu dengan kuda yang bisa berbicara bahasa Portugal di London.
Mourinho selalu punya 1001 alasan. Kira-kira alasan logis apa saja yang bisa digunakan Mourinho atas kekalahan Chelsea dari Real Madrid di partai final? Berikut beberapa alasan logis hasil penelitian ngawur saya:
- “Kami sengaja untuk tidak menjaga dengan ketat Cristiano Ronaldo, karena ia bukanlah Ronaldo yang sesungguhnya seperti apa yang pernah saya ucapkan.”
- “Cristiano memeluk seorang fans pria di tengah lapangan di tengah-tengah pertandingan. Hal itu tentunya mengganggu konsentrasi kami yang orientasi seksnya normal, pantas saja kami kalah.”
- “Saya menginstruksikan tim saya untuk mengalah. Saya ingin Real Madrid menjadi pemenang dan mendapatkan trofi, karena sebelum saya pergi dari sana saya tidak mampu mempersembahkan apapun. Anggap saja ini hadiah dari saya.”
- “Real Madrid tidak mencantumkan nama di punggung jersey mereka, oleh karena itu kami bingung untuk menjaga Ronaldo. Beberapa pemain kami tidak tahu yang mana sebenarnya Ronaldo, karena ia tidak cukup terkenal.”
Anda pasti menganggap saya sedang bercanda, tidak saya tidak sedang bercanda jika membicarakan tentang seorang sosok Jose Mourinho. Karena ia selalu punya alasan yang logis atas apa yang sudah terjadi. Alasan logis yang terkadang hanya bisa diterima oleh dirinya sendiri.
He’s Jose Mourinho, he do what he wants.
Source: www.bolatotal.com
Rabu, 07 Agustus 2013
Luis Suarez Is A Joke
Luis Suarez adalah salah satu lelucon yang pernah ada di dunia sepakbola. Suka atau tidak dengan kalimat ini, anda harus setuju dengan saya. Iya. Harus.
Fans Liverpool garis keras yang pernah mati-matian membela Suarez atas aksi-aksi kontroversialnya, silahkan bergabung dengan kami untuk sama-sama menertawakan Suarez dan kekonyolan-kekonyolan yang telah ia buat. Ya, kami bisa merasakan kekecewaan kalian padanya.
Sepanjang 121 tahun berdiri, klub asal Merseyside ini pasti tak pernah merasakan dikhianati sesakit ini. Meskipun Suarez saat ini masih merupakan pemain Liverpool, namun kritik yang dialamatkan pada klubnya sendiri melalui curhatnya pada media merupakan tamparan yang luar biasa keras. “Let me leave, Liverpool. Just like you promised,” begitu kira-kira inti dari curhatnya pada Sid Lowe dari Guardian.
You’re kidding right, Luis? Are you? Setelah apa yang dilakukan Liverpool untuk membela pemain yang penuh dengan masalah itu, inikah balasannya? The Reds pernah membelanya mati-matian atas tindakan rasialnya pada Patrice Evra. Tak hanya itu, Kenny Dalglish pun terang-terangan membelanya dengan menginstruksikan pada seluruh skuat Liverpool agar menggunakan kaos bertuliskan dukungan untuk pemain bergigi tonggos itu, sebelum pertandingan menghadapi Wigan.
Belum lagi alasan pembelaan Suarez ketika striker timnas Uruguay itu menggigit lengan Branislav Ivanovic saat Liverpool bertemu dengan Chelsea. Pihak Liverpool mengatakan bahwa Ivanovic terlalu montok dan terlihat seperti ayam broiler daripada seorang sepakbola profesional, sehingga Suarez tidak bisa menahan nafsu untuk tidak mencicipinya. Ah, tidak tidak. Untuk yang satu ini saya hanya bercanda kok. Jangan terlalu serius. Serius nanti saja saat pemberkatan nikah.
Suarez mengatakan bahwa Liverpool tidak memegang janjinya, yang akan membiarkannya pergi jika mereka tak mampu masuk ke Liga Champion. Katanya hal ini tertulis di kontraknya, dan ia tak bermaksud untuk pindah ke klub lain untuk menyakiti Liverpool. Ya ya ya, Suarez selalu punya banyak alasan untuk mementingkan egonya. Jika toh itu benar, membeberkannya ke media untuk mendapatkan belas kasihan tentu saja bukan cara yang benar. Ia harus menghormati klub yang pernah membelanya mati-matian, jika ia benar-benar tak ingin menyakiti Liverpool.
Lalu, apakah masuk akal jika Suarez ingin pindah klub hanya karena ingin bermain di Liga Champion saja? Coba masukkan dalam logika anda (meskipun hal ini tampaknya sulit), jika klub yang diisukan kencang menjadi tempat pelabuhan selanjutnya adalah Arsenal, klub yang puasa trofi jauh lebih lama daripada Liverpool. Jika anda adalah seorang Luis Suarez, apakah anda akan memilih hijrah ke Arsenal ketimbang bertahan di Liverpool, hanya karena mereka bermain di Liga Champion musim depan? Hanya mengingatkan, Liga Champion adalah liga dimana Arseanal belum pernah satu kalipun menjadi kampiun di sana, dan Liverpool adalah pemegang gelar terbanyak dengan total lima trofi.
Apapun alasannya, Suarez tetaplah Suarez. Ia akan selalu menjadi lelucon tetap untuk akun Twitter @Footy_Jokes dan @FootballFunnys. Atau mungkin saja ia dikontrak eksklusif oleh kedua akun itu untuk selalu menjadi topik utama bahan ejekan mereka, untuk keperluan promosi. Mungkin.
Jika pada akhirnya Suarez jadi pergi dari Liverpool, saya yakin hal ini akan lebih menyakitkan daripada ketika mereka ditinggal Fernando Torres. Sampai saat ini saja fans Liverpool banyak yang masih sakit hati atas hengkangnya Torres, toh Liverpool mendapatkan 50 juta Pounds setelah melepas striker timnas Spanyol tersebut ke Chelsea. Entah kenapa, mereka akan selalu menganggap Torres sebagai pengkhianat.
Saya jamin 100 persen, kebencian fans Liverpool pada Torres akan berpindah pada Suarez jika ia benar-benar memilih untuk meninggalkan klub yang pernah mati-matian membelanya. Saya juga tak akan heran jika akhirnya Liverpool benar-benar melepas pelantun lagu ‘negrito’ yang diciptakan khusus untuk Evra ini ke klub lain, sebelum bursa transfer benar-benar ditutup.
Jika saya adalah pemilik Liverpool, saya akan mengizinkannya pergi. Bahkan membantunya untuk berkemas, agar ia cepat-cepat meninggalkan Anfield. Sepertinya Liverpool tak punya alasan lagi untuk mempertahankan Suarez. He’s a joke, so let him leave, Liverpool!
Source: www.bolatotal.com
Selasa, 06 Agustus 2013
Sensasi Di Menit-Menit Akhir Penutupan Bursa Transfer
Hanya mengingatkan. Dalam waktu kurang dari dua pekan, musim baru akan segera dimulai. Dalam waktu kurang dari satu bulan, bursa transfer musim panas akan segera ditutup.
Hal-hal menarik biasanya terjadi menjelang penutupan bursa transfer. Mulai dari berita yang benar-benar mengejutkan sampai berita ‘akhirnya’ akan terjadi di menit-menit jelang penutupan bursa transfer. Beberapa orang bahkan memilih tidak tidur sampai bursa transfer benar-benar ditutup, hanya sekedar ingin menjadi orang paling update karena tahu mengenai siapa yang akhirnya pindah kemana.
Percayalah bahwa menunggu sampai bursa transfer benar-benar ditutup mempunyai sensasi tersendiri. Saya pernah benar-benar melakukannya pada akhir bulan Januari 2011 silam, di bursa transfer musim dingin. Yang saya maksud dengan benar-benar melakukannya di sini adalah benar-benar menunggu update berita yang ada, detik demi detik. Jemari saya aktif me-refresh timeline hampir tiap menit hanya untuk mendapatkan kepastian kabar, tak terasa matahari pun sudah mulai menunjukkan dirinya.
Saat itu beredar kabar bahwa Fernando Torres sudah dalam perjalanan menuju Chelsea dari Liverpool. Really? I didn’t believe that, seriously. Perasaan ini akan sulit anda ungkapkan jika anda adalah seorang fans Chelsea yang membenci Torres karena ia selalu mencetak gol di hampir setiap pertemuan kedua tim. Kira-kira jam 6 pagi waktu Jakarta atau kurang lebih jam 11 malam waktu London, pertanyaan saya pun akhirnya terjawab.
Tiba-tiba Torres muncul di pusat latihan Chelsea di Cobham untuk menanda tangani kontrak yang membuatnya resmi berganti baju dari merah menjadi biru. Saya sempat mengalami serangan jantung ringan saat membaca berita ini. Shocked. Rasanya seperti mimpi, entah ini adalah mimpi indah atau mimpi buruk, yang pasti saya tidak percaya bahwa begitulah kenyataannya.
Saya tak tahu apa yang ada di dalam benak Roman Abramovich saat ia rela menggelontorkan dana sebesar 50 juta Pounds hanya untuk seorang Torres, pemain yang dilabeli seorang ‘lady boy’ oleh fans Chelsea. Kedatangan Torres pun sempat menimbulkan pro dan kontra pada waktu itu, baik pada fans Liverpool maupun fans Chelsea. Di Chelsea, perseteruan antara Torres fan boy dan juga anti Torres berlanjut bahkan hingga saat ini. Menurut beberapa orang, Torres dihargai terlalu mahal untuk ukuran seorang striker yang tak lagi bisa menemukan performa terbaiknya.
Torres kini memang tak seganas ketika ia masih berbaju Liverpool, tapi ia tak bisa dibilang gagal total karena akhirnya musim lalu ia membuktikan diri bahwa ia masih ada. Torehan 22 gol di tujuh kompetisi yang diikuti Chelsea musim 2012-2013 kemarin menjadi prestasi tersendiri bagi penyerang timnas Spanyol ini. Dan ini merupakan sebuah rekor baru untuk seorang pemain sepakbola, Torres adalah orang pertama yang berhasil melakukannya. Luar biasa.
Baiklah, soal Torres itu hanya perumpamaan saya saja. Marilah kita fokus pada bursa transfer musim panas kali ini yang dalam waktu dekat akan segera ditutup. Menjelang akhir bulan, berita tentang siapa yang akan pindah kemana semakin menjadi-jadi. Jangan heran jika beberapa pekan terakhir ketika anda membaca berita tentang sepakbola, topik yang muncul hanya seputar itu-itu saja. Berita tentang kepindahan pemain-pemain seperti Gareth Bale, Wayne Rooney, dan Luis Suarez, rupanya masih menjadi headline yang menarik untuk menarik minat para pembaca.
Fans Tottenham, Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Chelsea, dan Arsenal beberapa pekan belakangan pastinya menjadi pembaca setia mengikuti perkembangan saga transfer tiga pemain tersebut. Ada yang berharap berita ini hanya isu belaka, ada juga yang berharap berita yang mereka baca adalah sebuah fakta. Beberapa berita tentang saga transfer mungkin benar adanya, namun saya pastikan selebihnya adalah berita ngarang maupun asumsi pribadi si pembuat berita saja. Hanya waktu lah yang akan menjawab kebenaran berita tersebut. Kapan? Tentu saja pada penutupan bursa transfer, yaitu tanggal 31 Agustus mendatang.
Jika kalian adalah fans dari tim-tim yang saya sebutkan di atas, cobain deh untuk tetap terjaga sampai bursa transfer benar-benar ditutup beberapa pekan mendatang. Saya jamin kalian akan mendapatkan banyak kejutan, seperti yang pernah saya alami pada 2011 silam. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Itulah sensasi di menit-menit akhir penutupan bursa transfer.
Source: www.bolatotal.com
Kamis, 01 Agustus 2013
Mengulang Kejayaan Los Galacticos?
Real Madrid adalah salah satu tim terkaya di dunia. Hal ini bisa dilihat dari hobi mereka yang cukup rajin mengoleksi pemain-pemain mahal di ruang ganti.
Real juga merupakan sebuah klub sepakbola yang paling sering muncul di rekor bursa transfer. Dalam 10 rekor transfer termahal di dunia, hampir semuanya berhubungan dengan klub ibukota tersebut. Seolah ingin menunjukkan kekuatan finansial mereka yang luar biasa.
Anda pasti masih ingat berapa jumlah uang yang harus mereka gelontorkan untuk menciptakan Los Galacticos jilid pertama: Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan David Beckham. Nama-nama ini adalah nama-nama ikon sepakbola di negaranya masing-masing. Mengumpulkan mereka di dalam sebuah klub sepakbola adalah sebuah pencapaian yang fantastis. Sebagai perumpamaan, jumlah uang untuk mendatangkan mereka semua mampu membuat Jabodetabek banjir air cendol.
Los Galacticos pun perlahan mulai terlupakan pasca bubar dan pensiunnya nama-nama di atas, kebetulan rival abadi mereka, Barcelona, mulai berjaya dan mendominasi La Liga dan juga Eropa. Dalam beberapa musim lamanya, Real selalu berada di bawah bayang-bayang Barca.
Real mulai membangun Los Galacticos jilid dua ketika mendatangkan bintang-bintang mahal (lagi) ke Santiago Bernabeu. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mampu mengumpulkan bintang-bintang berbakat. Sebut saja Kaka, Cristiano Ronaldo (yang sampai saat ini memegang rekor transfer termahal di dunia), Karim Benzema, Xabi Alonso, Sami Khedira, Mesut Ozil, Angel Di Maria, Fabio Coentrao, Luka Modric, sampai yang teranyar Isco.
Setelah menggelontorkan dana fantastis dalam empat tahun terakhir, apakah ini membuat mereka berhenti? Nope. Real lagi-lagi berniat untuk memecahkan rekor transfer dunia untuk mendatangkan Gareth Bale dari Tottenham Hotspur. Kabarnya mereka tak segan merogoh kocek dalam-dalam senilai 87-90 juta Pounds untuk mendatangkan pemain sayap Wales itu ke Spanyol.
Harga Ronaldo yang mencapai 80 juta Pounds rasanya hampir mustahil untuk bisa dipecahkan, dan kini mereka berniat untuk memecahkan rekor transfer yang mereka buat sendiri hanya untuk seorang Bale? Sekedar perbandingan kasar saja, Ronaldo memiliki segalanya ketimbang Bale. Selain teknik dan juga prestasi yang ciamik, ia juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia. Bale? Untuk dibanderol dengan harga setinggi itu, rasanya masih terlalu berlebihan.
Jika saya adalah seorang Daniel Levy, saya akan dengan senang hati melepas Bale ke Real. Tak perlu memikirkannya masak-masak, uang sebanyak itu bisa saya pakai untuk membeli banyak pemain-pemain berbakat untuk mengisi lubang yang ia tinggalkan. Toh tanpa Bale juga Spurs akan tetap menjadi Spurs, tim papan tengah Premier League yang selalu kesulitan finish di zona Eropa.
Duo Ronaldo-Bale diharapkan bisa mengimbangi duo Lionel Messi-Neymar di Barcelona. Dan jika Bale benar-benar jadi bergabung, bisa dipastikan El Clasico musim depan akan kembali menarik untuk disaksikan.
Apalah arti uang sebesar itu demi mengulang kejayaan Los Galacticos? Horang kayah. Toh Florentino Perez juga pastinya sudah memperhitungkan dengan baik pengeluaran dan juga pemasukan yang akan Real dapatkan jika Los Galacticos jilid baru ini benar-benar bisa menghentikan dominasi Barcelona dengan berjaya di Spanyol, Eropa, dan juga dunia.
Source: www.bolatotal.com
Langganan:
Postingan (Atom)






